Rabu, 29 September 2010

Istana Kontroversial


Hampir disetiap media informasi baik cetak maupun elektronik ramai membicarakan pembangunan gedung DPR yang menghabiskan dana hingga Rp. 1,6 triliun. Tentunya ini bukan harga yang murah untuk ruang kerja para petinggi negara ini, bahkan dinilai terlalu mewah, karena setiap ruangan memiliki luas sekitar 120 meter persegi. Nampaknya hal ini dapat dikatakan berlebihan, mengingat masyarakat Indonesia masih belum begitu merasakan prestasi dari kinerja para wakil rakyat ini terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan, mewahnya ruang kerja ini dilengkapi dengan kolam renang dan spa didalamnya. Apapun latar belakang yang dibuat pemerintah dalam pembangunan gedung DPR yang sangat mewah ini, nampaknya belum dapat dinilai pantas karena ini bukan hotel berbintang melainkan ruang kerja yang mestinya digunakan secara optimal demi pembangungunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah terkesan terlalu menghambur - hamburkan uang untuk hal yang semu. maksudnya adalah, kerja para dewan dengan kelengkapan fasilitas yang serba mewah ini blm dapat dibuktikan dalam waktu yang singkat, sedangkan rakyat butuh perubahan dan kesejahteraan yang lebih baik, saya rasa orang yang awam pun mengerti masih banyak kebutuhan yang perlu diprioritaskan untuk peningkatan mutu diberbagai sektor. Misalnya, pendidikan yang dinilai masih cukup mahal, terutama bagi mereka masyarakat yang serba kekurangan. Belum lagi pengadaan infrastruktur untuk kepentingan umum yang dirasa belum layak karena kerusakan dan butuh perbaikan, kasus lain adalah tempat - tempat wisata yang butuh perawatan sebagai aset negara pula.
Hal - hal sebagai contoh kasus yang disebutkan ini hanya sebagian kecil dari banyaknya permasalahan yang mestinya lebih diprioritaskan pemerintah.
pembangunan ruang kerja yang mewah ini lebih banyak menimbulkan dampak sosial yang negatif dari masyarakat, selain masyarakat merasa adanya kekecewaan terhadap tingkah pemerintah yang berlebihan dan banyak hal - hal yang awalnya menjadi harapan tetapi tidak tepat sasaran, muncul pula mosi tidak percaya yang menimbulkan adanya kesenjangan sosial antara masyarakat dengan para petinggi negara ini.
Baiknya kini kita sama - sama saling menyadari kapasitas masing - masing, artinya kita pertanggung jawabkan apa yang menjadi tugas kita bersama, karena pertanggungjawaban itu tidak hanya akan dipertanggungjawabkan didepan rakyat tapi juga dihadapan Tuhan yang Maha Esa. Semoga dengan kinerja para wakil rakyat yang ditunjang oleh kelengkapan fasilitas serba mewah ini dapat segera dibuktikan dengan prestasi yang gemilang untuk negara dan rakyatnya. Bagi masyarakat, kita juga perlu mendukung melalui aksi - aksi yang positif, membantu sesama, tidak melanggar hukum, dan apapun yang kita lakukan dapat mencerminkan sebagai warga negara yang baik. Semua yang kita lakukan bersama adalah demi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar